:::...MAU DESAIN GEDUNG...:::


JASA DISAIN ARSITEKTUR

Saya Siap Membantu Semua Desain Arsitektur Yang Anda Butuhkan.

( Rumah Tinggal, Kantor, Ruko, Hotel, Apartment, Villa, Plaza, Toko,Gudang Dll )

Hanya 3 proses saja Impian anda akan terwujud ikuti langkah-langkahnya dibawah ini...............

ANDA SENANG SAYA SENANG

  • Biaya desain sangat murah, jauh dibawah harga normal.
  • Tata letak ruangan di dalam rumah akan lebih teratur
  • Memanfaatkan secara maksimal luas lahan.
  • Efisien karena konsultasi dapat dilakukan dimanapun Anda / Klien berada.

Desain yang akan Anda / Klien dapatkan meliputi :

  • Lay Out
  • Site Plan
  • Denah lt. 01, dst
  • Tampak Depan & Samping
  • Potongan A-A & B-B
  • Perspektif 1 View

( Semua pengerjaan secara digital atau cetak kertas A3 )

Gratis untuk Anda / Klien yang menggunakan jasa kami :

  • 2 (dua) kali revisi gambar (bukan revisi total)
  • 2 (dua) kali konsultasi via email/sms/chat/call : 08121795425
  • Biaya kirim melalui TiKi di Indonesia
  • Desain-desain untuk keperluan tempat ibadah/sosial hanya kena biaya cetak & kirim

Fee Desain : Rp. 10.000,- per m²

Minimal 200 m2

Bila menghendaki gambar lebih detail

harga nego

Proses Kerja

Untuk mendesain rumah Anda dengan order online, maka berikut tahap proses yang akan dilakukan :

I. Data dari Anda / Klien :

- Ukuran tanah : 20 x 20 = 40 m²

- Jumlah, ukuran dan fungsi ruang (misalnya Anda / Klien menginginkan nanti ruangannya apa aja, bangunannya 2 lantai, ada dapur teras r tamu dll) kalau bisa lampirkan foto/gambar bangunan sebagai pendekatan

- Peraturan bangunan dari lokal dan pemerintah daerah (misalnya garis sepadan bangunan)

- Peta Lokasi ( Arah Mata Angin, posisi lahan ada di mana )

* ANDA SCAN KIRIM EMAIL KE :onarsitek@yahoo.com

Beritahu saya sms ke : 08121795425

II. Analisa dari Kami

- Perkiraan luas bangunan : Mis : 300 m² (Untuk Teras, Selasar dihitung 50 %nya )

Perkiraan biaya :

Rp. 10.000,- / m² x 300 m² = Rp. 3.000.000,-

- Kami sampaikan biaya yang harus Anda / Klien bayarkan dan kami akan kirimkan desain awal rumah dalam format jpg / gif via email untuk ditanggapi

- Setelah Anda / Klien setuju, lakukan transfer ke rekening kami sejumlah 50% dari perkiraan biaya :

Rp. 3.000.000 x 50% = Rp. 1.500.000,-

- Kirim konfirmasi pembayaran melalui email/sms ke 08121795425

berupa : *Nama*tanggal transfer*Nominalnya*.

Misal : *Budi*25/03/09*1.500.000*

* HUB SAYA - NEGO - ANDA TRANSFER KE : BNI 46 Cab. Unair Surabaya - 9025202-1

III. Gambar Paket

- Kami kerjakan kurang lebih 2 (dua) minggu (tergantung tingkat kesulitan),

- Selesai dan kondisi akhir luas bangunan 244,75 m² (termasuk luas teras,selasar dihitung 50 % ) dengan perhitungan biaya :

Total biaya akhir = Rp. 10.000,- / m² x 244,75 m²

= Rp. 2.447.500,-

Sisa pembayaran = Rp. 2.447.500,- - Rp. 1.500.000,-

= Rp. 947.500,-

- Setelah Desain selesai saya beritahu anda dan kirim format JPG lewat email.

- Anda / Klien melakukan pembayaran sisa transfer

ke rekening kami sejumlah Rp. 947.500,-

- Setelah transfer saya terima maka gambar akan saya cetak A3 dan saya kirim ke alamat anda

Selesai

TERIMA DISAIN YANG SIAP MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

Cepat Wujudkan IMPIAN ANDA Dengan 3 Proses diatas.

Kontak Saya :

ARSITEKTUR ONLINE

Rachmat Prasetyo, ST

Arsitek

08121795425

Jl. Jojoran I-G/11 Surabaya

Belajarlah Selama Masih Bisa

Blog ini dibuat untuk menambah wawasan dan informasii seputar Arsitektur

Kamis, 18 November 2010

Masjid Hassan II, Ikon Islam di Maroko

Masjid Hassan II, Ikon Islam di Maroko

MASJID Hassan II di Casablanca, Maroko yang selesai pada 1993 adalah salah satu masjid terbesar dan paling indah di dunia. Ini merupakan kekayaan berkilau yang kontras terhadap sisa Casablanca.

Pembangunan Masjid ini dicetuskan oleh Raja Hassan II yang dimaksudkan untuk memberikan Casablanca sebuah landmark yang mempunyai ciri khas.

Dirancang oleh arsitek Prancis Michel Pinseau, pembangunan Masjid Hassan II dimulai pada bulan Juli 1986. Pada awalnya pembangunan masjid ini dijadwalkan selesai pada ulang tahun Raja Hassan II yang ke 60 pada 1989, namun akhirnya baru selesai pada 1993.

Hal yang paling unik di masjid ini adalah lokasinya. Dibangun di atas tanah reklamasi, hampir setengah dari permukaan masjid terletak di atas laut Atlantik. Bagian dari lantai yang terbuat dari kaca memungkinkan pengunjung termasuk Anda, bisa berlutut langsung di atas laut.

Bagian atap juga mempunyai keunikan karena bisa terbuka secara otomatis menghadap langit namun hanya pada kesempatan tertentu. Masjid Agung ini juga menorehkan catatan spektakuler lainnya dimana menara masjid yang setinggi 210 meter merupakan struktur tertinggi di Maroko dan bahkan di dunia.

Selain itu, pada malam hari, sebuah cahaya laser akan muncul dari puncak menara menuju Mekah. Ini dimaksudkan untuk menunjuk jalan kepada Allah. Fakta menarik lainnya adalah bangunan masjid ini dirancang tahan gempa.

Mengenai arsitektur, Gaya Masjid Hassan II menampilkan pengaruh Moor yang kuat. Dinding-dinding dan kolom interior yang halus diukir dalam berbagai pola yang rumit.

Hampir semua bahan dari Masjid ini berasal dari Maroko, dengan pengecualian kolom granit putih dan chandelier kaca yang diimpor dari Murano, dekat Venice, Italia.

Lebih dari 6.000 pengrajin Maroko mengerjakan masjid ini dengan bahan-bahan lokal. Keseluruhan dekorasi yang menghiasi masjid sangat rumit. Proyek besar ini diperkirakan menelan biaya US$800 juta

Masjid Hassan II mempunyai ruang ibadah yang terpisah bagi laki-laki dan perempuan. Ruang ibadah ini sangat luas dengan hamparan karpet berwarna merah yang membentang.

Masjid ini terbuka untuk seluruh umat Islam bila ingin beribadah. Khusus pengunjung non-muslim bisa memasuki masjid pada tur yang berlangsung beberapa kali sehari dalam bahasa Inggris.

Untuk kunjungan wisata dengan pemandu, masjid ini buka setiap hari Sabtu-Kamis mulai pukul 9.00-14.00 waktu setempat. Orang dewasa dikenakan biaya 100dh (sekitar Rp110 ribu) dan anak-anak 50dh (sekitar Rp55 ribu).(*/X-12)

Mengunjungi Keraton Termegah di Cirebon

Mengunjungi Keraton Termegah di Cirebon

HARI Raya Idul Fitri, lebih kurang tinggal satu minggu lagi. Sebagian dari Anda tentunya sudah mempunyai rencana untuk mudik. Masa bersilaturahmi ini juga bisa digabungkan dengan waktu berlibur. Nah, jika tujuan mudik Anda adalah Cirebon, Keraton Kasepuhan bisa dijadikan tempat untuk berwisata.

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Makna di setiap sudut arsitektur keraton yang didirikan pada 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II ini pun terkenal paling bersejarah.

Di areal keraton juga ada sebuah museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka serta lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Oiya, sebelum memasuki keraton, tepat di bagian depannya, Anda akan menemukan alun-alun yang pada zaman dahulu bernama Alun-alun Sangkala Buana. Alun-alun ini dahulu digunakan sebagai tempat latihan keprajuritan dan tempat pelaksanaan berbagai macam hukuman bagi rakyat yang melanggar peraturan.

Beralih ke sebelah barat keraton, Anda akan menemukan masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Sedangkan di sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu pasar kesepuhan yang sangat terkenal dengan pocinya.

Model bentuk keraton yang menghadap utara dengan bangunan Masjid di sebelah barat dan pasar di sebelah timur serta alun-alun ditengahnya merupakan model-model keraton pada masa itu terutama yang terletak di daerah pesisir.

Perjalanan ke komplek Keraton Kasepuhan dimulai, sebelum memasuki gerbang, Anda akan menemukan dua buah pendopo. Pendopo di sebelah barat disebut Pancaratna yang dahulunya merupakan tempat berkumpulnya para punggawa Keraton. Sedangkan di sebelah timur disebut Pancaniti yang merupakan tempat para perwira keraton.

Memasuki jalan kompleks keraton, di sebelah kiri, terdapat bangunan yang cukup tinggi dengan tembok bata kokoh disekelilingnya. Bangunan ini bernama Siti Inggil atau dalam bahasa Cirebon adalah lemah duwur yaitu tanah yang tinggi.

Siti Inggil memiliki dua gapura dengan motif bentar bergaya arsitek zaman Majapahit. Di sebelah utara bernama Gapura Adi sedangkan di sebelah selatan bernama Gapura Banteng. Dibawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451. Sesuai dengan namanya bangunan ini memang tinggi dan nampak seperti kompleks candi pada zaman Majapahit. Bangunan ini didirikan pada tahun 1529, pada masa pemerintahan Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Di pelataran depan Siti Inggil terdapat meja batu berbentuk segi empat yang merupakan tempat bersantai. Bangunan ini merupakan bangunan tambahan yang dibuat pada 1800-an.

Jika setelah bersilaturahmi, Anda ingin mengajak keluarga jalan-jalan, keraton ini merupakan tempat yang tepat terutama untuk anak-anak karena mereka bisa belajar mengenai sejarah dan budaya Cirebon.

Untuk memasuki situs wisata yang berada di Jalan Kasepuhan No. 43 ini, Anda juga tidak dikenakan biaya yang mahal, cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 3.000-Rp 5.000. Bila ingin menggunakan jasa pemandu, Anda bisa memberi uang seiklasnya. (wikipedia/*/X-12)

Misteri Candi Muara Takus yang masih Terputus

Misteri Candi Muara Takus yang masih Terputus

BATU bata putih setinggi kira-kira 60cm dari permukaan tanah mengelilingi gugusan candi Muara Takus. Arsitektur bangunan candi dalam genre Budha itu terlihat anggun dengan adanya stupa, yang merupakan lambang Budha Gautama.

Setiap menyambut perayaan Waisak, teras-teras candi selalu dipenuhi oleh ratusan umat Budha dari berbagai daerah bahkan ada yang datang dari negara tetangga untuk melaksanakan ritual. Teras-teras candi Muara Takus ini mirip dengan candi Borobudur. Hanya saja material yang digunakan oleh candi ini adalah batu bata merah yang berbentuk persegi panjang dan pipih.

Pengaruh kerajaan Sriwijaya disebut-sebut sangat dominan dalam bentuk bangunan candi yang memiliki puncak stupa sebagai lambang Budhistis. Dalam sejarahnya, Kerajaan Sriwijaya adalah suatu kerajaan maritim yang ibukotanya selalu berpindah-pindah dan sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun secara rinci gugusan candi muara takus dapat dilihat dari beberapa konstruksi bangunannya yang meliputi Candi Mahligai yang memiliki pondasi dasar berbentuk bujursangkar. Di atasnya terdapat pondamen bersegi delapan (astokoma) dan memiliki 28 sisi. Kemudian berdiri di atasnya sebuah menara setinggi 14.30m.

Pada 1860, penemu candi Muara Takus, Cornet De Groot mendapati teratai berganda dan patung singa dalam posisi duduk pada setiap sisi alasnya. Namun kini sudah tidak dijumpai lagi.

Dalam deretan wilayah Candi Muara Takus terdapat Candi Bungsu yang pada 1988 diougar dan selesai pada 1990. Ukurannya 7,50 x 16.28 meter dengan tinggi setelah dipugar menjadi 6,20 meter dari permukaan tanah. Dijumpai juga Candi Palangka yang juga sudah dipugar pada 1987 dan selesai pada 1989. Kemudian juga tedapat Candi Tua sebagai candi terbesar diantara candi-candi yang ada di sekitarnya.

Seorang tokoh agama Budha Riau, Sidarta menceritakan Muara Takus termasuk sebagai candi terbesar dan dikenal sebagai situs umat Budha dunia yang menjadi referensi.

Hal ini diketahuinya tidak sekadar dari catatan sejarah, namun dari banyaknya ia mendampingi Rinpoce dari Tibet (sekelas Lama atau disebut titisan Biku melalui reinkarnasi yang bisa menikah), yang selalu ingin melaksanakan ritual ibadah di Candi Muara Takus.

''Tidak lengkap ilmu kalau tidak beribadah ke Candi Muara Takus. Pada zamannya dulu, begitulah pesan dari mahaguru yang diteruskan secara turun menurun.

Candi Muara Takus pernah besar pada zamannya dan bisa jadi sebagai pusat kerajaan terbesar itu karena di Palembang tidak ditemukan candi, ujar Sidarta.(*/M-3)

Kubah Bawang Masjid Baiturrahman

Kubah Bawang Masjid Baiturrahman

DI antara sekian banyak bangunan yang hancur pada peristiwa tsunami Aceh pada 2004, salah satu bangunan yang masih bertahan adalah Masjid Baiturrahman. Selain tempat untuk beribadah, masjid ini begitu penting karena nila sejarah yang menyertainya.

Saat berkunjung ke ibu kota provinsi, Banda Aceh, sempatkanlah berkunjung ke Masjid Baiturrahman karena masjid ini merupakan karya agung Islam dan lansekap utama dari tanah Rencong.

Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman memang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran menarik, dan halaman luas. Ada lima kubah berbentuk bawang, dua menara yang menjulang tinggi, dinding putih yang luas dan pilar dengan desain yang indah dalam gaya India Moghul Utara.

Masjid megah ini dirancang oleh seorang arsitek Italia dan dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai tanda rekonsiliasi karena masjid tua yang ada sebelumnya hancur selama perang Aceh.

Dalam pembangunan awal, hanya memiliki kubah tunggal yang diselesaikan pada 27 Desember 1883. Kemudian pada 1935, masjid yang terletak di jantung kota ini diperluas. Dua kubah baru dibangun sehingga menjadi tiga kubah. Pembangunan terakhir pada 1959-1968, diperluas lagi menjadi lima kubah.

Sekarang memiliki tujuh kubah dan delapan menara, termasuk yang diklaim sebagai menara tertinggi di Banda Aceh. Saat ini, masjid memiliki 32 pilar dan mencakup luas lebih dari 1.500 meter persegi.

Lokasi Masjid Baiturrahman dulunya merupakan bekas masjid Kerajaan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang Kota Banda Aceh pada 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.

Banyak warga Aceh awalnya menolak untuk berdoa di Baiturrahman, karena dibangun oleh orang-orang kafir Belanda dengan ambisi untuk menaklukkan Aceh, tetapi kini Masjid Baiturrahman merupakan kebanggaan Banda Aceh.

Pada 2004, Masjid ini terselamatkan dari gempa dan tsunami tetapi mengalami beberapa kerusakan kecil. Sedangkan menara setinggi 35 meter dengan gerbang utama sekarang agak miring dan retak.

Untuk menikmati objek wisata di sekitar masjid, waktu terbaik adalah selama shalat Jumat, ketika seluruh masjid dan halaman penuh dengan orang.

Letaknya yang strategis membuat masjid ini mudah dicapai. Anda bisa menggunakan taksi atau angkutan umum Labi-Labi (transportasi lokal dengan menggunakan minibus / van). Atau Anda dapat menyewa seorang pengendara motoped.

Perjalanan ke Banda Aceh bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat yang tersedia setiap hari.(*/X-12)

Pura Cantik dari Desa Mengwi

Pura Cantik dari Desa Men

PURA tumbuh subur di Bali. Ini dimungkinkan karena Hindu merupakan agama yang diyakini oleh mayoritas penduduk Bali. Salah satu bangunan keagamaan yang bisa Anda kunjungi saat berlibur disana ialah Pura Taman Ayun di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Dibangun pada 1634 M oleh raja pertama Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Ngurah Made Agung yang bergelar Ida Cokorda Sakti Belambangan, pura ini berfungsi sebagai tempat ibadah keluarga raja dan para pengikutnya.

Namun ada perbedaan antara Pura Taman Ayun dengan pura lainnya di Bali. Jika biasanya pura-pura lain berkiblat pada Gunung Agung, Pura Taman Ayun justru berkiblat ke Gunung Batukau. Meskipun berbeda, Anda tetap bisa merasakan nuansa peribadatan yang tenang di Pura Taman Ayun.

Mengenai nama Taman Ayun sendiri, dalam bahasa Bali mempunyai arti taman yangcantik. Kecantikannya terpancar di antara komplek bangunan seluas 4 hektar yangdikelilingi kolam atau parit. Dari kejauhan, parit tersebut menyerupai gelang air danmemberikan kesan bahwa pura ini berada di atas permukaan air. Di sekeliling pura juga terdapat rerimbunan pohon dan bunga-bunga yang menambah elok suasana.

Komplek Pura Taman Ayun terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah ruang terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan religius dan panggung kesenian. Pada bagian pertama ini pengunjung dapat menikmati indahnya susunan meru, yaitu pagoda dengan atap bertingkat-tingkat khas bangunan pura di Bali.

Bagian kedua adalah bangunan utama, yaitu sebuah gedung bernama Bale Pelik. Gedung ini dihiasi oleh seni ukir, relief, serta patung Dewa Nawa Sanga yang sangat menawan. Sedangkan bagian lainnya merupakan bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi dewa dan dewi yang disakralkan dalam agama Hindu.

Selain menikmati keindahan arsitektur bangunan dan pemandangan indah di sekitar kompleks Pura Taman Ayun., Anda juga dapat melihat-lihat peninggalan Kerajaan Mengwi yang berada sekitar 300 meter dari pura.

Di seberang pura juga terdapat Museum Manusa Yadnya, yaitu museum yang memamerkan upacara-upacara yang berkaitan dengan siklus kehidupan manusia mulai dari berada dalam kandungan sampai meninggal.

Dari kota Denpasar jarak Desa Mengwi, tempat Pura Taman Ayun berada, kurang-lebih 18 kilometer menuju arah barat laut. Untuk menuju Desa Mengwi, Anda dapat mengikuti rute angkutan umum (bus/bemo) jurusan Denpasar/Singaraja atau Denpasar/Bedugul dengan waktu perjalanan sekitar 25 menit.

Sesampainya di persimpangan jalan Desa Mengwi, Anda bisa berjalan kaki menuju komplek pura yang berjarak sekitar 250 meter. Waktu kunjungan pura antara pukul 08.00-18.00 WITA dengan biaya tiket Rp 4.100 untuk dewasa dan Rp 2.100 untuk anak-anak (Maret 2008). (wisatamelayu.com/*/X-12)

Pagoda Shwedagon, Simbol Tersuci di Myanmar

Pagoda Shwedagon, Simbol Tersuci di Myanmar

KEMILAU emas dan dihiasi dengan berlian, Pagoda Shwedagon atau Shwedagon Paya setinggi 98 meter, adalah sebuah karya spektakuler dari arsitektur kuil Burma dan merupakan kuil Budha paling suci di Yangon dan seluruh Myanmar.

Pagoda Schwedagon berdiri di atas lahan seluas 5 hektare di atas bukit yang mempunyai ketinggian 58 meter di atas permukaan laut. Lebih tepatnya di sebelah barat Danau Kandawgyi, bukit Singuttara. Dengan ketinggian ini, Anda bisa melihat Pagoda Schwedagon dari hampir seluruh penjuru kota.

Di dalam kompleks pagoda, Anda akan menemukan empat jalan setapak tertutup yang mengarah ke mimbar pagoda. Baik pintu masuk selatan dan utara mempunyai pilihan lift atau tangga, sedangkan pintu masuk barat terdapat eskalator.

Untuk merasakan suasana yang ontentik, Anda bisa masuk melalui tangga timur karena akan melewati biara dan berbagai pedagang yang menjual kebutuhan biara.

Bila mencari jalur terdekat dari pintu masuk utama, Anda bisa menemukannya dari Jalan Schwedagon Paya di pintu masuk selatan. Pintu masuk ini dijaga oleh dua chinthe setinggi 18 kaki (mitos singa-naga). Anda harus melepas sepatu dan kaus kaki sebelum menaiki tangganya.

Selama melewati tangga, Anda akan melihat toko yang menjual bunga (baik yang asli dan kertas) untuk persembahan, gambar Buddha, dupa, barang antik dan barang-barang lainnya. Ketika matahari bersinar cerah, Anda akan merasakan pancaran warna yang luar biasa saat melangkah menuju bagian puncak kompleks kuil.

Bangunan utama yang menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung di kompleks Pagoda Schwedagon adalah Stupa besar. Jalur tikar diletakkan di sekitarnya untuk melindungi kaki para pengunjung marmer panas yang panas.

Stupa besar itu benar-benar padat dan setiap inci ditutupi dengan emas. Sementara bagian atasnya ditaburi dengan berlian dengan total lebih dari 2.000 karat.

Stupa utama didukung sebuah alas persegi yang berdiri setinggi 6,4 meter di atas panggung. Pengaturan ini terpisah dari stupa lainnya. Pada panggung tersebut, Anda akan melihat stupa-stupa kecil dimana yang berukuran paling besar berdiri di empat arah mata angin, ukuran sedang di empat sudut, dan 60 stupa kecil lainnya di sekitar perimeter.

Selain stupa utama, masih ada beberapa bagian lain yang menarik untuk dilihat dalam balutan arsitektur yang unik dan khas. Ditambah nuansa emas di hampir keseluruhan kompleks pagoda, Anda senantiasa akan berdecak kagum.

Bila ingin berkunjung, Anda bisa datang hari apa saja mulai pukul 5.00-22.00 waktu setempat dengan biaya masuk sekitar Rp44 ribu. Untuk mengabadikan sebuah foto, Anda harus meminta izin terlebih dahulu dan biasanya dikenakan biaya tambahan yang sama dengan biaya masuknya.(*/X-12)

Keliling Kastil Nijo di Kyoto

Keliling Kastil Nijo di Kyoto

JEPANG memang terkenal dengan kastil-kastil kunonya yang indah dan khas, salah satunya adalah Kastil Nijo yang bisa Anda temukan jika berlibur ke kota Kyoto. Di kastil inilah shogun terakhir, Tokugawa Yoshinobu, mengembalikan kekaisaran ke tempat kekuasaan kunonya pada 1867.

Seperti kastil-kastil di Jepang pada umumnya, Anda akan melihat keteraturan dan taman yang indah di dalamnya, berikut bangunan dengan arsitektur Jepang kuno tentunya.

Kastil Nijo terdiri dua cincin konsentris benteng yaitu Istana Ninomaru dan reruntuhan Istana Honmaru. Selain itu, kastil seluas 8.000 meter persegi ini didukung beberapa bangunan dan taman yang indah.

Di Istana Ninomaru seluas 3300 meter persegi, Anda akan menemukan dekorasi mewah dengan hiasan daun emas dan ukiran kayu yang rumit. Ini dimaksudkan untuk mengesankan pengunjung dengan kekuatan dan kekayaan para shogun. Pintu geser dan masing-masing dinding ruangan dihiasi lukisan seniman dari sekolah Kano.

Beralih ke Istana Honmaru yang memiliki luas 1600 meter persegi, Anda akan menemukan empat bagian yaitu kamar tamu, ruang resepsi dan hiburan, ruang masuk dan area dapur. Daerah yang berbeda dihubungkan oleh koridor dan halaman.

Gaya arsitektur Istana Honmaru berasal dari akhir periode Edo. Di dalam istana ini, Anda juga bisa melihat lukisan dari beberapa pelukis terkenal Jepang, seperti Kano Eigaku.

Selain istana, Kastil Nijo memiliki beberapa taman dan kebun yang berisi pohon ceri dan ume. Ada Taman Ninomaru yang memiliki kolam besar dengan fitur tiga pulau dengan susunan bebatuan yang tertata rapi dan pohon-pohon pinus.

Ada juga Taman Seiryu-en yang merupakan bagian terbaru dari Kastil Nijo. Taman yang dibangun pada 1965 ini berada di bagian utara kompleks dan berfungsi sebagai sarana untuk penerimaan tamu resmi kota Kyoto serta tempat pertunjukan budaya.

Bila hendak berkunjung, Anda bisa datang hari apa saja mulai pukul 8.45-16.00 waktu setempat dengan biaya masuk 600 yen (sekitar Rp66 ribu).(*/X-12)